Monthly Archives: September 2015

Time Changed

Standar

Kita, mungkin duduk bersebelahan adalah hal yang wajar
Ceritamu menjadi bagian dari cerita kehidupan diriku
Pun, denganmu.
Kita pernah merasa bahagia seakan tidak ada lagi manusia yang bisa dijadikan sandaran, kecuali kamu.
Aku pun juga merasa memori dari setiap lini kenangan yang kita tanam suatu hari kelak akan kita tunai.
Aku pun harus mengakui, kamu adalah yang berarti, sangat berarti.
Terkadang aku berharap tentang apa-apa padamu, pun sebaliknya.
Akan tetapi, aku tahu manusia bukanlah tempat berharap.
Manusia lebih sering mengecewakan daripada melapangkan.
Manusia tidak mau ditinggalkan, meski banyak dengan mudah meninggalkan.
Kamu, iya kamu yang dulu ada di hari-hari ini kian memudar.
Tidak ada lagi cerita kamu dan aku.
Dirimu perlahan memudar dari keseharianku.
Disibukkan dengan yang lain.
Yang lebih membahagiakanmu dan bahagia yang melebihkanmu.
Sapa riang itu tak lagi ada tiap kali berpapasan denganmu.
Aku seolah melihat kamu yang lain, kamu yang baru, kamu yang tak aku kenal.
Aku bersyukur bisa membantumu untuk menjadi lebih tinggi.
Tapi, aku merasa bersalah, karena tinggimu itu membuatmu tak mau untuk turun.
Untuk sesekali melihatku, menengak dan menanyakan keberadaan dan keadaanku.
Mungkin, saat ini sudah tak lagi sama.
Aku punya cerita baru, pun dengan dirimu.
Biarlah sakit yang mungkin aku rasakan ini aku simpan sendiri.
Biarlah menjadi penyakit.
Asal tidak sampai menyakiti dirimu.