Resensi Novel : Hujan dan Teduh

Standar

Hujan dan Teduh on Goodreads

Hujan dan Teduh. Yang pertama kali saya komentari adalah covernya yang manis dan benar-benar teduh. Dua kupu-kupu kertas dan beberapa tangkai daun serta tetesan air membuat ilustrasi cover novel ini sangat “masuk” dengan judul novelnya. Well, sebenarnya sudah lama sekali saya mencari buku ini hanya saja saya beru mendapatkannya awal 2014 ini. Alasan saya ingin mendapatkan novel ini ialah, pensaran dengan cerita yang ditulis di novel yang menjadi juara pertama dalam event kepenulisan 100% Roman Asli Indonesia. Sehingga novel ini bisa saya jadikan referensi untuk event-event kepenulisan selanjutnya.

Sinopsis

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.
Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka.

Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup. 

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu.
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan….

Alur

Dalam novel ini digunkan alur campuran, alur maju dan flashback. Meskipun awalnya cukup membingungkan namun, semakin membuka halaman-halaman selanjutnya saya semakin mengerti apa yang ingin disampaikan oleh si penulis. Bercerita tentang kehidupan tak biasa Bintang Dewatra yang menjalin hubungan dengan Kaila, teman sekolahnya ketika mereka duduk di bangku SMA. Pada kisah SMA ini, penulis menuliskannya dengan menggunakan alur mundur atau flashback di jelaskan bagaimana Bintang dan Kaila memulai hubungan hingga akhirnya mereka menjadi pasangan kekasih.

Sementara itu, pada alur maju menceritakan kehidupan Bintang ketika duduk di bangku kuliah. Mulai dari perkenalannya dengan Noval, hingga bagaimana Bintang menjalin hubungan dengan Noval. Tidak mudah bagi Bintang menjalani hubungannya dengan Noval. Banyak masalah yang harus dihadapi oleh Bintang, termasuk ketika ia memutuskan untuk meninggalkan Noval. Di bagian ini, penulis berhasil membuat saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena memang cerita yang disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti serta pembagian plot yang pintar sehingga membuat bagian di dalam novel ini memiliki kesan tersendiri dengan dibaginya permasalahn-permasalahan yang di alami tokoh di dalam novel.

Jangan tanyakan ending-nya seperti apa. Bagi saya membaca novel ini seperti baru saja mendengarkan curahan hati seseorang tentang kisah masa lalu dan masalah-masalah yang dihadapinya saat ini. Di bagian ending saya rasa penulis berhasil membuat pembaca – termasuk saya – merasa lega karena menemukan penyelesaian atau resolusi yang memuaskan, seperti baru saja mendapat jalan keluar sebuah masalah yang rumit.

Kelebihan 

Novel ini berbeda dengan novel kebanyakan yang saya baca. Perpaduan dua alur yang digunakan membuat pembaca seolah “dihidangkan” dua kisah serupa tapi tak sama dari tokoh Bintang, yaitu kisah cinta di masa SMA dan kuliahnya. Selain itu pembagian plot yang rapi dengan menebarkan konflik di hampir setiap bagian di novel ini sukses membuat saya ingin segera tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh si tokoh untuk terlepas dari konflik yang dihadapinya.

Kekurangan

Plot atau alur yang tidak biasa seperti novel kebanyakan memang memiliki resiko. Saya, sebagai pembaca merasa kebingungan dengan alur yang dituliskan di awal-awal cerita. Selain itu saya juga agak merasa risih dengan pendiskripsian – setting dan lain sebagainya –  yang beberapa kali ditulis oleh penulis terasa kurang ngeh untuk dibaca sehingga membuat pembaca harus mencerna tulisan itu lagi, dengan membaca ulang beberapa paragraf.

 

Iklan

4 responses »

    • Agak susah juga kalau disuruh komentar hehe
      Hmm menurut saya sih lumayan lah mungkin karena sesuai dengan tema dan menghadirkan cerita yang nggak biasa plus alur yang nggak biasa itu juga yang bikin novel ini punya nilai tambah.
      Ceritanya juga seputar kehidupan anak kuliahan yang mungkin cocok buat segmen pembaca “dewasa tanggung” – emang ada ya? – jadi kayak deket sama kehidupan kita sehari-hari gitu
      Pokoknya begitulah hehe

  1. Hoo..buku2 yang saya baca jarang banget sih yang genrenya romantis. tapi tahun ini saya punya resolusi untuk lebih banyak lagi baca novel karya penulis Indonesia. Nah, karena kebanyakan penulis novel Indo genrenya romantis, sepertinya saya bakal banyak romance juga tahun ini. Buku ini patut saya coba juga sepertinya. Trims udah mau share, mas.

    Btw, salam kenal ya, numpang blogwalking. baru bikin blog awal tahun ini, kalo berkenan silahkan berkunjung ke idanisme.blogspot.com trims ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s