Malam

Standar

I own this picture here

Masih ingatkah kamu?

Pendar cahaya lampu di lilitan jalanan kota yang kita lalui?

Suara bising kendaraan yang lalu lalang di antara riuhnya suasana malam?

Hembusan angin yang begitu sering mengurai rambutmu?

Ah, seandainya malam itu bisa kuperpanjang.

Malam, menjadi saksi nyata atas keberadaan hubungan kita

Suaramu dibalik telepon yang tiap malam menyelinap di pendengaranku,

Wangi parfum yang biasa kamu taburkan dibeberapa bagian di gaun yang kamu pakai,

Dan lengkungan senyum bibir tipismu yang merona, tiap malam, tiap kali kita kencan.

Namun, kini hal itu tidak lagi aku rasakan,

Semua seperti seolah menghilang, seperti malam yang harus tertelan fajar

Malamku, bukan lagi malam-malam yang mempunyai arti tersendiri

Biasa, sebiasa kamu meninggalkanku dibalik kerinduan

Tahukah kamu?

Saat ini aku masih mengharap ada namamu tertera di layar ponsel, memanggilku

Memintaku untuk menyesap segelas kopi susu hangat, bersama

Alunan musik, suara merdu penyanyi cafe dan romantisnya lirik lagu yang dinyanyikan

Genggaman tanganmu yang tak kalah hangatnya dengan hati yang dulu pernah kamu beri untukku,

Kini, bagaimana malammu di sana?

Masihkah kamu memandang langit seperti yang biasa kamu lakukan tiap kali meneleponku?

Sulitkah bagimu untuk terleleap, seperti biasa yang kamu alami setiap kali kita kencan di bukit bintang?

Seandainya saja kamu tahu,

Kepergianmu demi dia, masih aku sesalkan,

Seperti sesal yang tiap kali datang saat kamu tak lagi melihat bintang di malam hari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s