Booklicious and the story

Standar

socialbuttonsFB_zps99374ab8

Dua hari yang lalu (11/01) tepatnya Sabtu malam, ada agenda lain yang saya ikuti – selain hang out bareng teman, nulis dan nonton – yang lain dari biasanya. Malam itu, entah mengapa selalu saja Tuhan menurunkan hujan tiap Sabtu malam. Katanya hujan itu lambang dari derasnya risky yang akan kita dapatkan. Mudah-mudahan.

Saat itu saya datang untuk berkumpul dengan komunitas pecita buku, Booklicious. Kebetulan sekali lokasi tempat untuk berkumpul malam itu tidak jauh dari boarding house alias tempat kost saya, Mimikers atau yang lebih familiar Warung Susu. Malam itu saya sengaja “menelatkan” diri karena memang saya tidak suka menunggu, apalagi beberapa menit sebelumnya juga hujan begitu deras. Takutnya kalau saya sudah berada di lokasi, acara dibatalkan dan saya harus balik ke tempat kost. Sendiri.

Waktu itu saya sudah ditunggu oleh teman-teman Booklicious. Saya langsung berkenalan dengan beberapa teman-teman yang hadir di sana. Hanya ada beberapa nama yang masih saya ingat, Kak Ichal yang bolak-balik ngejarkom buat ketemuan, Kak Ridho yang juga saya kenal lewat teman saya, Kak Ega yang duduknya dua bangku dari kiri tempat saya, Kak Amin yang waktu itu duduk di sebelah kiri saya, Kak Sandi yang berada di kanan saya,  Kak “Rimba” – yang sekarang saya baru tahu kalau namanya Barok setelah melihat akun sosial medianya – dan selebihnya saya tidak cukup ingat karena saat sesi perkenalan suaranya tidak begitu terdengar mengingat tempat gathering kami ramai oleh pengunjung dan musik yang diputar.

Malam itu kami habiskan dengan berdiskusi tentang buku yang kami baca. Saya baru tahu kalau hal itu ada di agenda kami setiap kali kami berkumpul. Dimulai dari Kak Ichal yang membaca buku… entahlah saya lupa judulnya, yang saya ingat hanya betapa tebalnya buku tersebut. Aduh. Kemudian langsung saya yang mendapat giliran, saya agak kagok juga karena baru pertama kali datang dan tidak tahu harus menceritakan tentang apa. Namun, pada akhirnya saya menceritakan tentang Robin Wijaya dan karya-karyanya, tapi saya hanya membahas novelnya yang berjudul Before Us. Selanjutnya, ada Kak Lisvy yang membahas tentang buku Ken Arok, Cinta dan Tahta yang ditulis oleh Zhaenal Fanani, entah kenapa di bagian ini hampir semua yang ada di sana tertarik dan setengah berdebat mengenai isi ceritanya. Kemudian, ada Kak Amin yang membahas tentang buku Shopaholic Insaf, Kak Sandi yang membahas buku Bahagia Itu Sederhana, Kak Ega dengan buku Jodoh Dunia Akhirat (Merayu Allah Menjemput Dalam Taat) yang baru saja diresensinya – meski baru membaca setengah buku saja, Kak Ridho yang…. saya lupa judul buku dan hanya ingat tebalnya buku tersebut, Kak Barok yang membaca buku Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar dan yang terakhir Kak… yang membahas buku yang dijadikannya sebagai referensi UAS.

Bagi saya, acara Sabtu malam itu meninggalkan kesan tersendiri. Pikiran saya jadi dibuka, kalau ingin memiliki pengetahuan yang luas, nggak harus ikutan kursus ini dan itu, cukup membaca banyak buku, it’s more than enough. Saya jadi sadar kalau mindset saya hanya dikotak-kotakkan dengan jenis bacaan yang tidak beragam, Romance. Tidak ada yang salah, karena sebagian besar buku-buku yang saya baca tersebut saya jadikan refensi untuk menulis beberapa project. Lagian, saya tahu benar kalau masing-masing orang memiliki segment atau interested in yang berbeda sesuai dengan apa yang mereka sukai. Termasuk saya.

Hmmm sejak malam itu saya membayangkan betapa senangnya menjadi penulis. Bukunya diperbincangkan, terlebih jika isi dari buku tersebut sangat mengesankan, bukan tidak mungkin akan banyak orang yang merekomendasikan buku yang kita tulis pada orang lain, hal itu memudahkan kita untuk melakukan promosi, mouth to mouth. Bukan hanya itu, penulis juga kan kena imbasnya juga dipuji mati-matian, bahkan bisa saja dikritik.

Well, malam itu sekitar pukul sepuluh malam kurang beberapa menit, kami meninggalkan lokasi. Rasanya waktu yang kami habiskan sangat singkat. Beginilah kalau kita berkumpul dengan komunitas yang memiliki hobi yang sama. Sometimes the short time is a long time, but sometimes the long time is too short time.

-AD

Iklan

10 responses »

  1. haha.. mantapp. Memang kalau berkumpul dengan berbagai macam / ragam orang akan memperkaya keilmuan kita. Apalagi berkumpul dengan komunitas buku. Yang pasti di dalamnya memiliki kesukaan masing-masing. Jadinya kita akan mendapatkan pengetahuan baru dan lebih luas. Selamat bergabung di keluarga kami. Ditunggu kehadiran serta cerita uniknya lagi, berikutnya 🙂

  2. Mantap Rif, sukaaaaaaaaaaaaaaa. Ohya, buku yang saya baca judulnya Perjalanan Mengalahkan Waktu karya Kang Fatih Zam https://www.facebook.com/fatih.zam?ref=ts&fref=ts penerbit Qanita Mizan. Btw, tulisan booklicious di atas bagus? Bikin sendiri tah gambarnya? 😀 Saya suka. Makasih ya sudah datang dan sudi menuliskan kesannya di blogmu, maaf jika masih belum sempurna ada salah di sana sini, kami masih baru memulai nih mohon dukungannya ditunggu ya dipertemuan berikutnya Rif 🙂

    • Makasih Kak, just a little and simple post to my first experience ^^
      Oh iya Kak makasih infonya, soalnya kemarin rada nggak kedengeran soalnya musiknya rame banget ya, nggak maksimal. Hehehe. Oh, tulisan itu aku dapat hasil cheating alias nyontek – edit, dapat dari hasil Googling tadi. :).
      Hmmm nggak pa-pa Kak, namanya juga baru mulai pasti lah ada kendala sana-sini, ntar juga bakal bisa dilewati juga kok :). Itung-itung nambah pengalaman juga buat saya. Oke sama-sama Kak, dua minggu ke depan off dulu ya, lagi sibuk UAS sih ^^

  3. Super, Arif. lanjutkan bakat menulismu. kalaukah aku bisa, aku akan menulis yang kalimatnya akan lebih panjang dari kalimat-kalimatmu di atas. sayang, aku hanya sedikit bisa melukis cahaya di ruang kebersamaan kita (Dibaca: Booklicius). hahaha. 😛
    Selamat dan tetap menjadi yang hebat> 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s