Resensi Novel Ai, Cinta Tak Pernah Lelah Menanti

Standar

 Penantian Cinta Dalam Persahabatan

Alur :
Novel ini menceritakan tentang Ai, perempuan berdarah Indonesia – Amerika yang tinggal di Jepang bersama ayahnya semenjak ibunya meninggal. Sejak kecil Ai memiliki teman pria bernama Sei. Mereka tumbuh bersama dan mengejar mimpi bersama hingga mereka dewasa. Di sekolah, Ai cukup populer dan banyak pria yang menyukainya namun, tak ada yang bisa diterima oleh Ai.

Semua berubah sejak kehadiran Shin di sekolah mereka. Diam-diam Ai menyukai Shin begitu pula dengan Shin. Kedekatan mereka membuat Sei yang juga memiliki perasaan yang sama terhadap Ai berusaha menjauh, bahkan ia berpikiran untuk tidak bersama Ai dan Shin untuk melanjutkan sekolah di Tokyo.

Namun, Ai berhasil memaksa Sei untuk pergi bersama ke Tokyo. Mereka bertiga mengejar mimpi bersama, dan tinggal di appartment yang sama. Di sana, Ai dan Shin semakin kuat mengikat cinta dan di sisi lain Sei semakin sakit melihat keduanya. Ia tahu bahwa kehadirannya bersama dengan mereka berdua akan mengganggu Ai dan Shin. Saat itu ia juga tahu bahwa tak ada lagi ruang yang bisa dimasukinya, meski semua atas nama persahabatan. Kini, Ai seolah hanya memiliki Shin dan keberdaan Sei tak dirasakannya lagi. Di Tokyo, Ai dan Shin hidup bahagia. Bahkan, Sei tidak langsung pulang bila mengetahui Ai dan Shin belum tidur. Saat itu pula, Sei mencoba menutup perasaannya dengan menjalin asmara dengan Natsu, salah satu teman seprofesi di rumah makan tempatnya bekerja. Tapi, hubungan mereka tidak bertahan lama karena Sei tidak benar-benar menyukai Natsu meski ia mencoba untuk lebih dekat dengannya.

Kebahagiaan Ai mendadak sirna saat ia mengetahui kalau Shin meninggal karena kecelakaan. Sejak kepergian Shin, Sei kembali memperhatikan Ai. Meskipun butuh waktu yang lama bagi Ai untuk merelakan kepergiaan Shin.

Namun, pada akhirnya Ai bisa lepas dari Shin. Ia mulai menerima kehadiran Sei di sisinya. Dan di saat itu pula ia sadar bahwa Sei yang lebih dulu mencintainya, jauh sebelum ia mencintai Shin. Padahal Ai juga tahu, ia merasakan hal yang sama pada Sei. Dan, rasa yang mempersatukan mereka menyadarkan bahwa Cinta Tak Pernah Lelah Menanti.

Quote :

“Hal yang terpenting dalam cinta adalah persahabatan. Dan hal yang terpenting dalam persahabatan adalah cinta …”

“Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat tiba-tiba kau baru sadar cinta telah datang menyergapmu tanpa peringatan.”  

 

“Mencintai adalah hal paling indah di dunia ini, terutama ketika kau melihat orang yang kau cintai bahagia. Aku mengerti artinya sekarang”

Kelebihan :  Novel ini bersetting di luar negeri yaitu Jepang, membuat cerita biasa ini menjadi tidak biasa karena Kak Winna sangat cermat dalam mendeskripsikan setting negara Sakura. Hal ini membuat pembaca merasa mengikuti dan menikmat setting yang diceritakan. Selain itu, cerita ini mungkin sering diangkat dalam sebuah novel sahabat dan cinta. Tapi, dengan kecerdasan Kak Winna, ia berhasil membuat cerita ini jauh dari kesan stereotype.

Kekurangan : Alur ini menggunakan didasarkan pada point of view dari Ai, tokoh utama dan Sei. Menurut saya, novel ini akan lebih berkesan lagi bila ditulis dalam point of view orang ketiga sehingga pembaca akan semakin tahu bagaimana perasaan yang dialami oleh Ai, Sei, Shin dan Natsu.

repost here

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s