Rasa Yang Bernama Cinta

Standar

 

Waktu berjalan begitu cepat seakan menyeret kisah antara aku dan kamu,
Ya, kamu tak perlu malam untuk melihat bintang
Kamu juga tak perlu menunggu siang untuk melihat awan,
Disini, di sampingmu ada aku yang bisa memberimu lebih

Jika ada satu kata yang harus kuucap padamu
Aku tak akan pernah bisa memilah kata yang tepat untukmu,
Rindu, Cinta, Rasa, atau kata – kata apa lagi yang bisa kusebutkan?

Aku, hanya memiliki satu hati selama aku hidup, begitu pula kamu
Tapi, apa benar satu – satunya hati yang kaupunya hanya untukku?
Atau, ada aku yang telah kau siapkan untuk memilikinya?

Gerimis boleh saja berganti hujan demi memayungi teduh,
Pelangi boleh saja datang sekilas setelahnya,
Tapi, kamu, aku, tak akan ada massa pergantian untuk mencintaimu,
Hari ini aku mencintaimu, besok pula aku mencintaimu,

Saat ini aku merindukanmu, suatu saat aku akan merindukanmu lebih
Dan kamu tahu untuk siapa itu semua?
Kamu, hanya kamu….

Percuma saja, aku hanya seperti melukiskan pelangi di malam hari

Seperti kunang-kunang di siang hari

Tampak, namun kamu tak akan pernah menyadari

Bahwa aku menyimpan rasa yang kunamakan cinta

NB : Ini adalah salah satu puisi yang saya ikutkan pada lomba Undeclared Love oleh Leutika Prio.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s