Mimpi ke-2 : IP setiap semseter di atas 3,50 (Gagal)

Standar

Mempertahankan jauh lebih susah daripada meningkatkan atau memperbaiki. Setidaknya itulah yang saya alami beberapa tahu terakhir ini. Saya masih ingat bagimana menggebu-gebunya saya untuk mendapatkan nilai yang sangat tinggi untuk semester II. Namun, waktu terus berjalan hingga dua semester kemarin memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi saya.

Nilai saya turun. Entahlah saya tidak tahu harus berkomentar apa terhadap nilai yang saya dapatkan kala itu. Ada faktor-faktor yang menyebabkan saya bisa mendapatkan nilai buruk itu, pertama karena di semester III dan IV saya tidak serius dalam belajar, tidak bersemangat dan kurang tertarik mengikuti mata kuliah di kampus. Selain karena memang dosennya yang mengajar kurang begitu nyaman bagi saya, saya juga terpengaruh teman-teman untuk bermalas-malasan, nelat dan jadi copier pekerjaan teman. Tapi, aku tidak bisa mengkambinghitamkan mereka, karena bagaimanapun juga itu semua kembali ke diri saya.

Kedua, saya sering kali bolos kuliah hanya karena deadline untuk mengerjakan naskah yang akan saya terbitkan secara indie. Saya sering memilih alpha atau beralasan lain untuk mengahabiskan waktu di kostan  dan menyelesaikan project saya tersebut. Hmmm memang saya akui hal ini cukup menganggu kegiatan saya sebagai seorang mahasiswa. Tapi, hal ini tidak akan terjadi sih kalau seandainya saya lebih disiplin dan bisa mengatur waktu.

Dan yang terakhir adalah masalah keanggotaan saya di organisasi jurusan. Saya akui di semester II dan III ini kegiatan organisasi yang saya ikuti lumayan menyibukkan dan sangat padat. Saya ingat bagaimana saya harus bekerja ketika teman-teman saya mempercayakan saya menghandle kompetisi Speech Contest yang diadakan di reginal Jawa Timur dan Bali. Saya juga masih ingat perjuangan saya melawan sakit dan serak, hingga setelah acara itu selesai saya harus istirahat total.

Namun, bagaimanapun sebuah perjalanan hidup, semua harus dihadapi, mau pahit, manis, hambar bahkan mematikan sekalipun. Kita akan merasa benar-benar hidup jika bisa belajar dari apa yang kita alami – yang biasa kita sebut sebagai pengalaman.

Kegagalan bukanlah akhir dari apapun, masih banyak peluang sukses yang ada di depan mata, jika kita percaya pada mimpi dan usaha yang kita punya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s