Cinta Diam Diam

Standar

Sudah lama aku belajar untuk menghapus kamu dari bagian hidupku

Nyatanya, semacam candu, kian hari aku ingin menjumpaimu

Mungkin aku belum cukup mahir untuk benar-benar pergi dari masa lalu
Sehingga membuat aku semakin terjebak pada keadaan dan kenyataan seperti yang kubayangkan
Kamu telah jauh berada di dalam lubuk jiwa ini
Kamu merumitkanku untuk menemukan kunci kenangan untuk melenyapkanmu dari sukmaku

Mungkin kamu memang sengaja menyimpan kunci itu
Agar aku tetap terkungkung dalam memori tentangmu

Kini kusesali, mengapa tak sedari dulu aku mencoba untuk memilikimu
Aku hanya bisa sekedar mengumpulkan dan merangkai rasa yang aku punya
Tanpa mau tahu perasaan sebenarnya yang kamu punya kepadaku
Mungkin saja kamu tak pernah memberikan kadar rasa seperti yang kupunya
Atau malah, tak pernah terlintas sedikitpun dibenakmu untuk bersedia berada di sini bersamaku

Terkadang, aku merasakan sesak yang begitu sakit
Bila melihatmu bahagia dengan hati yang telah kamu pilih
Ah, bukankah seharusnya aku turut bahagia?
Namun, bagiku itu terlalu naif

Tahukah kamu?

Rasa untuk bisa memilikimu itu masih saja ada
Bahkan setelah sekian lama waktu memperpanjang jarak pertemuanku denganmu
Aku tidak tahu, apakah mungkin sekarang waktu yang tepat untuk mengungkap semuanya
Tapi aku yakin, perasaan ini hanya samacam rasa tak terucap
Yang mungkin akan kubawa, meski aku bersama hati selain kamu

Karena aku tahu ini adalah cinta diam – diam

NB : Ini adalah salah satu puisi yang saya ikutkan pada lomba Undeclared Love oleh Leutika Prio.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s